Awal Masa Kanak – Kanak
Masa ini berlangsung mulai dari umur 2 tahun sampai 6 tahun. Pada masa ini pun peranan ibu kini beralih dari perpanjangan evolusi alamiah kekuatan budaya. Tugas ibu kini adalah mendorong pola – pola kelakuan yang memungkinkan anak mengambil tempat dalam masyarakat manusia. Masa ini pun kita akan melihat bagaimana bayi yang sebelumnya sangat tergantung penuh pada sang ibu, kini mereka harus berusaha bergerak untuk melepaskan kemandiriannya secara perlahan – lahan, tetapi tidak dipungkiri seorang ibu akan selalu membantunya walaupun tidak secara penuh.
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu.
Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu: faktor genetik / keturunan, lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak :
Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu: faktor genetik / keturunan, lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak :
1. Faktor heredo konstitusional ; tergantung ras, genetic, jenis kelamin dan kelainan bawaan
2. Faktor hormonal ; insulin , tiroid, hormon sex dan steroid.
3. Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir: gizi, trauma, sosio – ekonomi, iklim, aktivitas fisik, penyakit, dll.
Setiap anak memiliki perkembangan mental dan fisik yang berbeda-beda. Bahkan, di dalam satu keluarga, perbedaan perkembangan tersebut bisa amat ekstrem. Misalnya, si kakak pandai bergaul sementara adiknya luar biasa pemalu. Perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tua / orang dewasa lainnya. Interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan, bahkan sejak bayi dalam kandungan. Adapun Kebutuhan dasar seorang anak adalah :
1. ASUH ( kebutuhan biomedis)
Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan akan tempat tinggal, pakaian yang layak dan aman , perawatan kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejala penyakit.
2. ASIH ( kebutuhan emosional)
Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu. Kebutuhan anak akan kasih sayang, diperhatikan dan dihargai, ,pengalaman baru, , pujian, tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan , tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya.
3. ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini)
Cikal bakal proses pembelajaran , pendidikan , dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin. Terutama pada usia 4 – 5 tahun pertama ( golden year) sehingga akan terwujud etika, kepribadian yang mantap, arif, dengan kecerdasan, kemandirian ,ketrampilan dan produktivitas yang baik.
Pola Tingkah laku Kanak – kanak dan hubungannya dengan pertumbuhan
- Ketika anak mulai mampu bergerak merangkak sendiri dan melakukan lebih banyak lagi kegiatan, mereka lebih bisa berkelakuan agresif kecuali anak itu dibantu oleh orang tua yang mendampinginya.
- ketika anak itu belajar tanggap terhadap sesamanya, maka pada saat itu ia telah mulai memilih orang – orang yang hendak ditanggapinya. Dia tersenyum kepada wajah – wajah yang dikenalnya dan menangis apabila wajah – wajah yang tidak dikenalnya menghampirinya. Anak itu telah belajar utnuk menghubungkan senyum dengan rasa senang.
- mereka suka memasukkan hampir semua apa yang diraih dan digenggamnya ke dalam mulutnya sebagai satu cara untuk menyelidikinya.
- ketika anak – anak mulai tumbuh gigi mereka cenderung untuk menggigit dengan giginya itu, hingga mereka bisa menyadari kalau menggigit itu bisa melukai.
- anak – anak juga cenderung menghendaki meneruskan setiap kegiatan yang sedang dilakukannya, utnuk melanjutkan tanpa gangguan hingga mereka mendapat kepuasaan sendiri.
Anak umur 2 sampai 6 tahun
Usia 2 -4 tahun merupakan masa pembentukan rasa percaya diri, kebanggaan dan dasar-dasar kemandirian., namun belum dapat menerima pendapat orang lain. Pada usia ini si Kecil sudah bisa berjalan, mulai bergerak kesana- kemari dan berbicara untuk mewujudkan keinginannya dalam bentuk ucapan dan perbuatan yang masih bersifat impulsif. Pada awalnya anak masih mempertahankan sifat egosentriknya. Bicaranya pun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan dirinya, seperti minta makan, minum dan sebagainya.
Sedangkan usia 5 – 6 tahun merupakan masa pengembangan inisiatif, meniru norma dan perilaku orang dewasa dan mulai bermasyarakat. Pada usia ini anak akan sangat aktif bergerak, berbicara dan berinteraksi dengan anak lain dan orang yang lebih tua. Ia mulai belajar mengembangkan kemampuannya untuk bermasyarakat, namun masih belum mampu berpikir secara timbal balik. Inisiatifnya juga mulai berkembang dan ia mulai belajar merencakan suatu permainan bersama bersama teman-temanya, berkelompok serta melakukannya dengan gembira.
Pemilihan Pendidikan kanak-kanak
Pada usia 4 tahun seorang anak telah membentuk 50% dari intelegensi yang akan dimilikinya, pada waktu dia dewasa seblum berusia 8 tahun anak telah membentuk 80% dari intelegensi yang akan dimilikinya pada waktu dewasa (Bichler, 1971). Selanjutnya Freud mengatakan bahwa kepribadian sebenarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar.
Memperhatikan pendapat Bichler dan Freud tersebut, dapat dikatakan bahwa penanaman dasar-dasar kepada anak usia 4 sampai 6 tahun (masa kanak-kanak) akan sangat menentukan perkembangan selanjutnya. Apabila penanaman dasar-dasar ini baik, maka akan membantu perkembangan dan pertumbuhan di masa yang akan datang. Sebaliknya apabila penanaman dasar-daar ini kurang baik atau bahkan sangat kurang maka akan mengganggu perkembangan serta pertumbuhan anak selanjutnya.
Cara bagaimana menanamkan dasaar-dasar yang baik kepada anak, akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan ketertarikan anak. Disamping itu penggunaan sarana atau alat yang menarik akan membuat anak menjadi senang dan tidak merasa terpaksa. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock, bahwa pada awal masa kanak-kanak anak senang dibacakan dan melihat gambar-gambar dari buku, dongeng-dongeng, nyanyian anak-anak, cerita-cerita tertentu tentang hewan dan kejadian sehari-hari (Hurlock, 1998).
Menurut Jean Piaget, bahwa perkembangan intelektual anak usia 5-6 tahun termasuk fase pra-operasional, yaitu suatu masa prasekolah. Pada masa ini anak belum bisa membedakan dengan tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realita dunia luar, sehingga pada taraf ini kemungkinan utnuk menyampaikan konsep-konsep tertentu kepada anak masih terbatas (Nasution 1998). Oleh karena itu bagaimana cara memberikan konsep dasar kepada anak yang menarik dan membuat anak merasa senang (tidak trpaksa), memegang peranan yang sangat penting.
Penanaman dasar-dasar kepada anak pada usia 4 tahun sampai 6 tahun ini akan sangat efektif, apabila anak seusia ini dimasukkan pada pendidikan prasekolah yaitu Taman Kanak-Kanak. Taman Kanak-Kanak (TK) didirikan sebagai usaha mengembangkan seluruh segi kepribadian anak dalam rangka menjembatani pendidikan dalam keluarga ke pendidikan sekolah. TK merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada dijalur pendidikan sekolah. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan utnuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diagram luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar.




0 komentar:
Posting Komentar